Penanganan dan pemulihan konektivitas jalan nasional yang melintasi wilayah Gayo Lues terus dikerjakan seperti di ruas Blangkejeren-Batas Kabupaten Gayo Lues/Aceh Tenggara yang mengalami amblas badan jalan di kawasan Ise-Ise dan putusnya badan jalan di kawasan Ponomon.
Saat ini (14/12/2025), penanganan darurat berupa penimbunan badan jalan tengah dilakukan dan ditargetkan selesai pada 28 Desember 2025. Sehingga, akses secara bertahap dapat kembali difungsikan.
Selanjutnya, di ruas Batas Kabupaten Gayo Lues/Aceh Tenggara–Kota Kutacane, tercatat
dua unit jembatan putus serta beberapa titik longsor dan amblas badan jalan.
Hingga
kini, penanganan telah mencakup penimbunan oprit jembatan, pemasangan jembatan Bailey,
serta penanganan tiga dari total 4 titik longsoran.
Ruas ini ditargetkan dapat kembali fungsional pada 30 Desember 2025. Dengan begitu, konektivitas antar-wilayah di kawasan tengah Aceh dapat pulih.
Secara bertahap, akses menuju Kabupaten Gayo Lues juga mulai membaik.
Ruas Simpang Uning (Batas Kota Takengon)–Uwaq–Batas Aceh Tengah/Gayo Lues–Blangkejeren
saat ini telah dapat dilalui kendaraan roda dua, dan pembukaan jalur untuk kendaraan
roda empat sedang dikebut dengan target penyelesaian 15 Desember 2025.
Baca
juga: Infrastruktur Rusak Terparah Ada di Aceh, Butuh Perbaikan Rp 24 Triliun
Berbagai
langkah tanggap darurat untuk memenuhi kebutuhan dasar warga Gayo Lues juga terus
dilakukan Kementerian PU.
Sebanyak 2 unit mobil tangki air (MTA), 10 unit hidran umum (HU), 5 unit septic tank,
serta 5 unit toilet portable yang ditempatkan di titik-titik prioritas sudah melayani
kebutuhan air bersih dan sanitasi masyarakat terdampak di Gayo Lues.
Dukungan
sarana dan prasarana darurat teraebut diperkuat dengan 12 personel gabungan, terdiri
dari 5 personel BPBPK Aceh, 2 personel Dinas Perkim Aceh, dan 5 CPNS Kementerian PU.
Personel ini bertugas mendukung operasional tanggap darurat, pelayanan sanitasi, serta
koordinasi teknis penanganan infrastruktur terdampak.
Kementerian PU juga
mengerahkan 3 unit truk operasional, 2 unit kendaraan double cabin, serta 1 unit
kendaraan double cabin operasional lapangan untuk menunjang mobilitas tim di Kabupaten
Gayo Lues.
Monitoring dan koordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi
terkait terus dilakukan hingga kondisi infrastruktur di Kabupaten Gayo Lues pulih
secara bertahap dan berkelanjutan.



