Kronikanews.id, Banda Aceh – Tim Pengabdian Masyarakat
Internasional Inbound 2026 dari Universitas
Syiah Kuala (USK) melakukan kunjungan
strategis ke Sekolah Luar Biasa Bagian B (SLBB)
YPAC di Gampong Keuramat, Banda
Aceh, pada Senin (15/6/2026). Kunjungan lapangan ini
menjadi tonggak awal
keterlibatan aktif kelompok disabilitas dalam memperkuat ekosistem
industri
kreatif pariwisata daerah.
Program pengabdian berskala internasional ini
mengangkat tema “Inclusion In Tourism:
Empowering Disabled Youth For Creative
Entrepreneurship In Lubok Sukon Cultural
Village”.
Ciptakan Ekosistem Pariwisata Inklusif Berstandar Global
Ketua
Tim Pengabdian USK, Dr. Irin Caisarina, M.T., M.Sc., menjelaskan bahwa program ini
dirancang
untuk menciptakan ekosistem pariwisata inklusif di Desa Wisata Budaya Lubok
Sukon,
Kabupaten Aceh Besar. Program ini berfokus pada pemberdayaan pemuda disabilitas
dari
SLB B YPAC dan pemuda Karang Taruna Gampong Lubok Sukon sebagai aktor utama
ekonomi
kreatif.
“Meskipun memiliki potensi budaya yang besar, aksesibilitas ekonomi bagi kelompok
disabilitas
di wilayah ini masih sangat terbatas. Hal ini dipicu oleh rendahnya penyerapan
tenaga
kerja disabilitas dan kurangnya inovasi produk yang berstandar pasar global,” ujar
Dr.
Irin, yang juga dosen Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK)
USK.
Melalui pendekatan Collaborative and Inclusive Participatory Action Research
(CIPAR),
kegiatan ini mengintegrasikan kepakaran lintas disiplin dari USK dengan
mitra internasional
dari Chulalongkorn University, Thailand.
Tim USK sendiri diperkuat oleh tim ahli multidisiplin, di antaranya:
- Zulfikar Taqiuddin, S.Sn., M.T. (Prodi Arsitektur USK)
- Ir. Nora Abdullah, S.T., M.Eng.Sc., IPM. (Prodi Teknik Sipil USK)
- Hilda Mufiaty, S.T., MBEnv. (Prodi Arsitektur USK)
- Serta melibatkan 5 mahasiswa USK.
Sementara itu, delegasi dari Chulalongkorn University Thailand dipimpin langsung oleh
Dekan
Fakultas Arsitektur, Prof. Sarayut Supsook, didampingi Ketua Tim Akademisi,
Associate
Professor Saranya Siangarom, beserta para mahasiswanya. Kehadiran tim
gabungan ini
bertujuan untuk memetakan potensi sekaligus mentransfer pengetahuan
desain global langsung
ke lingkungan sekolah khusus.
Apresiasi dari Chulalongkorn University
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Arsitektur Chulalongkorn University, Prof.
Sarayut
Supsook, menyampaikan rasa bahagia dan harunya dapat mengunjungi SLBB
YPAC Banda
Aceh. Ia juga sempat menceritakan pengalamannya mengunjungi Museum
Tsunami Aceh
sebelum tiba di sekolah tersebut.
“Tsunami 2004 silam telah
memakan banyak korban di Indonesia, begitu juga di Thailand.
Melalui kunjungan ke
Banda Aceh ini, kami ingin melihat langsung potensi siswa yang ada.
Kami berharap
kolaborasi antara Banda Aceh dan Thailand, khususnya Universitas
Chulalongkorn
dan USK, dapat terus berjalan bersama sehingga memberi manfaat nyata bagi
masyarakat
di kedua negara,” ungkap Prof. Sarayut.
Di akhir sambutannya, Prof. Sarayut secara terbuka mengundang pihak USK dan SLBB
YPAC
untuk berkunjung ke kampus Chulalongkorn University di Bangkok, Thailand.
Kurasi Karya Siswa: Menuju Pasar Lokal dan Global Setelah prosesi penyambutan selesai,
agenda dilanjutkan dengan meninjau langsung karyakarya kreatif hasil tangan siswa SLBB
YPAC.
Beberapa hari sebelumnya, para siswa diketahui telah memproduksi home decor (dekorasi rumah) sederhana menggunakan teknik batik, serta produk pakaian berupa outer yang dihiasi sulaman ornamen khas Aceh.Tim pengabdi lintas negara ini melihat satu per satu produk kerajinan tersebut, termasuk karyakarya yang telah dibuat siswa pada periode sebelumnya. Tidak sekadar berkunjung, tim ahli dari USK dan Chulalongkorn University juga memberikan berbagai masukan, evaluasi, dan saran positif terkait aspek desain, kualitas, dan pengemasan.
Masukan ini diharapkan dapat membantu pengembangan karya siswa SLB agar naik kelas
menjadi
produk industri kreatif yang bernilai jual tinggi, serta mampu diterima dengan baik
di
pasar lokal maupun pasar global.
Dengan adanya sinergi internasional ini,
disabilitas tidak lagi dipandang sebagai hambatan,
melainkan sebagai potensi
besar yang siap menggerakkan roda ekonomi kreatif dan pariwisata
inklusif di
Aceh.
Program Community Development International Inbound ini terlaksana atas dukungan
pendanaan
dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Pendidikan Tinggi,
Sains,
dan Teknologi dengan Surat Perjanjian Penugasan Pelaksanaan Pengabdian Community
Development
International Inbound Tahun Anggaran 2025-2026 – Nomor Kontrak:
555/UN11.2.4/WCU.06.02/CDII-E/2026
– Contract No. 4318/B3/DT.03.08/2025- No.
491/UN11/HK.02.06/2025) Tanggal 6 April
2026 melalui Program EQUITY Universitas.



